Saya lagi suka kukus mengukus. Rasanya bebas dari rasa bersalah karena kebanyakan cara memasak saya adalah digoreng karena praktis.
Walau ga semua makanan kukus bisa dinikmati selahap makan gorengan, tapi untuk dimsum ini (atau kayaknya lebih mirip siomay apa ya), yang pasti Dirga mau makan. Wah leganyaa.
Tahulah, pria-pria di rumah ini paling susah ditebak seleranya, engga doyan ngemil juga, jadinya saya yang seperti sang pemakan segala. Masak sendiri makan sendiri, kecewa sendiri muji sendiri. Ahah.

Owkey demi lemak2 di perut, mari camil makanan kukus satu ini. Buatnya juga cepet dan praktis kalau kulit pangsitnya sudah tersedia, tapi kadang saya pakai kulit pangsit instan yang dijual di supermarket, ha ga mau repot, tapi bagaimana pun buat sendiri lebih sehat ya sodara-sodara. Yuuukk...


Bahan:
Kulit Pangsit:
300 gr tepung terigu cakra
100 ml air mendidih
80 ml air dingin
1 sdt garam halus
1 sdm minyak goreng
Bahan Isi:
daging ayam cincang, udang cincang, jamur cincang, apa yang ada di kulkas dicincang (:
sawi putih, iris halus, rendam air panas, tiriskan
4 siung bawang putih, haluskan
1 sdm tepung kanji
1 butir telur ayam
1 sdm kecap asin, saus tiram, minyak wijen
gula, garam, lada, secukupnya

Cara Membuat:
Kulit Pangsit: Campur tepung terigu dengan air mendidih, aduk rata. Tambahkan air dingin, garam dan minyak, aduk dengan tangan hingga terbentuk adonan yang kalis. Diamkan selama 40 menit. Ambil adonan dan giling hingga tipis dan potong dengan ukuran secukupnya.
Campur semua bahan isi, aduk rata.
Ambil kulit pangsit, isi dengan 1 sendok makan bahan isi. Bentuk pinggirnya dengan cara dilipit. Kukus hingga matang. Angkat dan sajikan hangat dengan saus pedas.

Alkisah, karena pengalaman sang abang Dirga, yang tidak dicukur saat lahir, melainkan hingga lebih dari 6 bulan baru dicukur habis. Hingga rambutnya ala ala alay yang panjang tak jelas. Alhasil sudah agak susah untuk dicukur--karena udah gede udah kuat berontak waktu dipegangin untuk cukur di tukang pangkas.


Jadi untuk Afifa, selepas 40 hari, langsung dicukur, oleh saya sendiri. He. Tentu saja tidak berhasil karena tetap tidak tega waktu bagian pake silet pisau cukurnya, akhirnya tetap sang tukang pangkas juga anak mudanya :D
Sebenarnya masalah cukur mencukur ini, sunnah yang sudah boleh dilakukan saat bayi berumur 7 hari. Ada yang berpendapat bahwa rambut yang dibawa lahir itu rambut kotor karena bawaan dari dalam kandungan. Ada pula yang hanya memotong sebagian saja untuk syarat. Tapi saya lihat bayi yang masih piyik dan berkulit kepala masih kenyal kenyol gitu, rasanya tunggu agak besaran dikit lah biar agak kuat, tapi jangan terlalu besar nanti sudah terlalu lasak, jadi susah cukurinnya, keburu gondrong deh kayak Dirga.

Dan karena Phipa masih tiduran terus, belum bisa duduk, apalagi berdiri, jadilah pertumbuhan rambutnya tidak rata. Kata orang, kemakan bantal. Lihat kan, ala sirkal ngepunk gitu, hehe. Btw, waktu digundulin kenapa mereka berdua jadi mirip yah?

Tapi rambut Phipa agaknya bersih daripada rambut Dirga waktu bayi dulu, ga ada tu yang namanya lengket2 darah keras atau ketombe sebagainya, mungkin karena saya doyan air kelapa pas dah hamil tua dan waktu mandiin pun tidak menggunakan sampo bayi, cukup 2 in 1 baby wash.

Tapi sekarang nungguin rambutnya panjang, jadi nebak nebak, lurus apa ikal yaaah..

piZap.com free online photo editor, fun photo effects

Inilah si cah ayu, kembang hati kami, namanya Afifa Kiandra Darmawan. Afifa artinya suci, Kiandra artinya keajaiban. Keajaiban suci yang cantik, bunga2 di taman semarak bermekaran semua di saat lahirnya lho. Awal lahir, pipinya tembem memerah sekali kaya tomat, ditambah sipit matanya terdesak pipi, dan hidungnya juga terdesak ke dalam, heuhe. Ada lesung pipit juga sebelah. Hehe. Anak perempuanku yang lucu dan caem, alhamdulillah sepasang sudah, tidak penasaran. Dah sah sekarang ngeliriki baju2 anak cewe yang unyu unyu, hehe, yg pasti punya anak perempuan itu...lebih seru dari main boneka. :D
Semoga jadi anak salihah, pintar dan berbakti ya nak.....

sayang kami, ♥Ayah, Bunda, Dirga♥


piZap.com free online photo editor, fun photo effects

ini foto taman depan rumah, warna warni pas Afifa lahir.. lovely!

salam

Blog catatan harianku dan keluarga kecilku, saat2 berharga, untuk disyukuri setiap bagiannya, sesederhana apapun itu...

memoar kisah klasik untuk masa depan (:

Credit. Powered by Blogger.

bio

Indonesia
A family woman, luv fruit and read.

momenza

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers Lilypie - Personal pictureLilypie Third Birthday tickers Lilypie - Personal pictureLilypie First Birthday tickers airinyh[at]gmail[dot]com


Rental mobil di Medan?

acak taut