Sebenarnya sudah lama pingin mosting tentang yang satu ini. Healthy lifestyle. Semenjak menjadi, *uhuk uhuk* orang tua, sepertinya kesadaran bahwa pahitnya junk food, menjadi sebuah titik tolak bahwa pada yang alami jualah kita kembali.

DIET?
Dari dulu sesuatu yang berbau diet, sama sekali tidak menarik perhatian saya, sampai setelah menikah pun, apalagi saya dan suami tipe yang susah gemuk agaknya. Karena postur badan yang cenderung kurus, jadi saya pikir saya tidak punya masalah untuk ikut berdiet ria.
Walaupun saya ingin sekali suami keliahatan agak berisi, hahah, biar ga disangka ga dikasih makan. Habis suami juga tipe yg picky eater. Bukan seperti saya yang cenderung ga terlalu ribet soal makanan. Asal baik halal enak bersih, dan bukan olahan durian. Heu.

THE ENZYME FACTOR aka THE MIRACLE OF ENZYME
Berhubung sejak menikah konsumsi beli buku saya menurun drastis, jadi saya hanya punya beberapa buku baru yang bisa dihitung dengan jari. Salah satunya adalah buku sakti ini. Buku diet pertama yang pernah saya baca :P tapi lebih tepatnya buku detoks mungkin.

Buku ini ditulis oleh seorang Dokter Besar di Amerika keturunan Jepang, bernama Hiromi Shinya.
Banyak fakta yang mengejutkan yang saya temui di buku ini.  Walau mungkin ada beberapa poin yang menurut saya masih saya pertanyakan, tapi hampir keseluruhan buku ini membuka wawasan saya.

Tentang makanan, tentang hidup, tentang Tuhan. Yap, entah kenapa setiap poin yang saya dapat otak otomatis langsung mengaitkan dengan ilmu agama yang pernah saya dengar, dan canggihnya bagaimana Tuhan mengatur segala sesuatu agar berjalan baik dan berkesinambungan,  dari hal sekecil sel tubuh hingga alam semesta.

Jadi benarlah bahwa kerusakan di bumi ini ya akibat ulah kita sendiri. Kalau kita sakit, ya kadang bisa jadi akibat kebiasaan kita sendiri yang tidak sehat. Padahal Tuhan telah memberi guidebook yakni berupa risalah agama. Akumulasi kebiasaan yang selama bertahun-tahun mengabaikan kaidah alam menjadikan kita sakit. Namun sesuai sifat taubat, penyakit bisa diobati, selama zaman belum berakhir. Allahu rahim.

Nah, setelah saya membaca buku ini, saya jadi terbuka mata, bahwa diet itu bukan masalah kurus atau gemuk badan, tapi masalah hidup sehat. Buku ini merupakan awal yang bikin saya semangat positif kalau habis membacanya. Maksudnya tiap saya sudah mulai longgar terhadap menu makanan yang sehat, saya baca lagi buku ini, trus jadi semangat lagi.

DIRIMU ADALAH APA YANG KAMU MAKAN
Poin paling penting adalah, bahwa manusia, yang hampir setiap hari makan dan menggendong kotoran di perutnya, ternyata perlu memperhatikan benar-benar apa-apa yang dimakannya, cara memakannya, cara mengolahnya, dan ga salah kalau dalam agama juga sangat ditekankan untuk memakan makanan yang halal dan baik. Di sini Allah mengajarkan bahwa yang halal bergandeng dengan yang baik (halal thayyiban). Jadi bukan sekedar halal tapi kita juga perlu tahu ilmunya, mana yang baik bagi tubuh dan mana yang tidak. Dan cara kita makan akan berpengaruh besar pada diri kita.

Jadi pencernaan atau metabolisme yang lancar, akan menghidarkan kita dari banyak penyakit besar. Bayangkan bila sering menyimpan kotoran stagnan dalam perut, atau orang yang punya masalah Buang Air Besar. Pasti tubuh akan penuh racun, gas-gas buang yang berbahaya, memicu radikal bebas, dan sebagainya yang pada akhirnya akan menimbulkan berbagai penyakit.

Dari sinilah kita diharuskan untuk makan makanan yang seimbang. Tubuh memerlukan protein, karbohidrat, serat, vitamin, mineral dan zat lain dengan porsi masing-masing yang seimbang. Semua itu untuk keberlangsungan hidup kita juga.

PUASA
Subhanallah Allah mewajibkan puasa, bahkan puasa Ramadhan yang diwajibkan bagi Muslim, adalah selain bentuk ketaatan, ternyata juga Allah mengajarkan kita bagaimana merawat tubuh kita sendiri yang merupakan anugerahnya. Puasa juga saat detoksifikasi (pembersihan tubuh dari racun) dan mengembalikan vitalitas fungsi organ tubuh agar dapat bekerja lebih optimal ke depan. Di dalam puasa terkandung banyak kebaikan yang sampai sekarang saya semakin sadar bahwa apa yang diperintah Allah untuk kebaikan kita juga. Perintah Nya itulah layaknya manual guide of our live. Read first.

JANGAN MENUNDA HAJAT
Nah saya orang yang memiliki masalah dengan BAB, dan saya menyadari ini adalah akibat kebiasaan buruk selama bertahun-tahun lalu, saya suka menahan buang air.
Maksudnya selama di sekolahan dulu, saya jarang menggunakan toilet sekolah, karena bukan saya sok higienis atau apa, saya memang agak 'segan' untuk toilet umum apalagi yang tidak terawat. Jadi saya lebih memilih menunda hajat saya hingga sampai di rumah. Dulu sempat bersyukur kalau saya bisa seminggu sekali BAB, jadi kalau tidak ada toilet yang ciamik, saya tidak perlu repot menahan segala rasa. Sekarang saya tahu, bahwa itu kebiasaan yang salah total, seharusnya saya membiasakan diri untuk tidak menahan rasa sesak, sebagai alarm tubuh bahwa ada kotoran yang harus dibuang agar tidak meracuni tubuh. Huhuu.. sekarang saya berharap bahwa semua pihak sekolah mesti memperhatikan keadaan toiletnya demi kesehatan anak-anak didiknya. Soalnya saya sampai sekarang pun bagian pembersihan toilet saya lebih baik serahkan kepada ahlinya. Heu.

Dan akibat sering menunda buang hajat pastilah memiliki masalah pencernaan, di antara akibatnya gampang masuk angin, gampang hoyong kalau berdiri lama, sakit kepala, dan gampang capek. Semua mungkin karena kebiasaan 'menumpuk racun' tak sedap. Jadi sepertinya ini jawabannya soalnya saya menemukan korelasi yang kuat setelah saya membaca buku ini.

RITME TUBUH
Adalagi masalah ritme tubuh, ini juga yang menyebabkan bahwa lagu Om Rhoma, Jangan bergadang, didukung oleh Pakde Shinya. Karena tubuh memiliki jadwal metabolisme yang rapi dan bila jadwal kacau, dipastikan berakibat tidak baik bagi stamina. Contoh simpelnya, kita diharuskan bangun pagi dan tidur cepat di waktu malam. Karena ada jadwal piket yang berlangsung dalam tubuh kita. Seperti jam 10 malam ke atas kita sudah harus dalam keadaan tidur pulas, agar pembuangan racun dari proses penyerapan dapat berjalan baik.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi juga, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang, ini mengisyaratkan makan teratur dan tidak berlebih-lebihan.

MENGUNYAHLAH DENGAN BAIK
Hadis Nabi yang juga menyarankan kita untuk mengunyah makanan 23 kali mungkin terasa janggal, karena belum hitungan kelima kunyahan saja, barangkali sudah tertelan semua. Tapi pakde Shinya menyarankan kunyahan bahkan 30-70 kali. karena pelumat yang paling baik adalah gigi kita, jadi kunyahlah dengan seksama agar makanan hancur terkulum baik dengan enzim yang ada di mulut, sehingga proses pencernaan selanjutnya akan memudahkan. Ini sesuai dengan etika makan dalam Islam dan selaras dengan ide diet juga kan. Lagipula orang yang makan perlahan dan menikmati setiap kunyahan, maka sendirinya terhindar dari makan berlebihan yang dapat mengakibatkan kegemukan. So chew it and enjoy your food.

PERBANYAK MAKAN SERAT DAN HINDARI MAKANAN INSTAN
Jelas sudah, kenapa di era kini penyakit makin bermacam model. Karena kita disuguhi berbagai makanan yang macam model juga. Belum lagi pengaruh polusi, rekayasa genetika, penggunaan kosmetik sembarangan, pewangi, dan sebagainya. Tubuh kita diracuni dari luar dalam. Tubuh yang seharusnya memiliki self healing yang baik bila asupan kita baik, menjadi tambah kacau. Apalagi ditambah dengan klaim berbagai obat-obatan yang pada dasarnya merupakan benda asing bagi tubuh. Bukan saya anti obat-obatan, tapi mungkin pengaruh dari ibu saya sedari kecil, kalau sakit saya jarang diberikan obat-obat warung, kalau demam kami biasa paling dibuatin jus apel atau makan nasi kepal. Kala hamil sajalah, saya diresepkan dokter makan seperangkat obat dan multivitamin secara rutin. Nah ini ceritanya lain lagi.

Berdasarkan buku Miracle of Enzyme, obat-obatan hanya digunakan untuk keadaan yang teramat darurat karena bagaimanapun, obat dianggap benda asing bagi tubuh, jadi sudah pasti tidak baik untuk jangka panjang. Jadi yang perlu dilakukan memang utamakan pencegahan, dan perbaiki asupan, semua itu adalah guna menjaga keseimbangan seluruh fungsi tubuh dengan baik, sehingga jika ada gejala sakit, tubuh memiliki self healing dan self guard yang lebih pol dari obat manapun.

KESEIMBANGAN pH 
 pH adalah ukuran ke seimbangan asam basa di dalam tubuh, kondisi basa (Alkali) biasanya di asosiasikan dengan kondisi yang positif / sehat, sedangkan asam (Acid) di kondisikan tubuh dalam ke adaan kurang sehat.
pH Balance 
Makanan tertentu dapat membuat tubuh jadi cenderung asam/acid. Kondisi itu tak baik jika dibiarkan. Sebab, bakteri dan virus gampang menyerang. Memang, ketika kondisi tubuh mulai asam, biasanya ‘alarm’ alami tubuh akan mengeluarkan peringatan. Berupa batuk, pilek, atau penyakit berskala ringan yang dapat sembuh sendiri. Akan tetapi, jika tubuh terus-menerus dibiarkan dalam kondisi asam (dengan kadar keasaman yang makin meningkat), keadaan tubuh bisa memburuk. Bahkan, bisa muncul penyakit degeneratif (penyakit karena penurunan fungsi organ). Termasuk, kanker dan sebagainya.

Pola makan kita di era modern ini malah justru lebih banyak makanan ber-acid, dan itu tidak bagus bagi kesehatan. Untuk menentukan makanan yang bersifat acid atau alkali, tidak bisa dari rasa yang asam atau tidak. Makanan tertentu, misalnya roti dan gula putih, itu sama sekali tidak acidic menurut rasa, tapi keduanya bukanlah makanan alkalin. Sebab, acid-acid yang terkandung di dalam makanan ini baru di lepaskan pada saat tubuh mulai mencerna dan memanfaatkan makanan-makanan ini. Tapi secara sederhananya begini:
TEKA TEKI NGIDAM
Ohya, ada hubungan lagi dengan kehamilan. Setiap masa ngidam saya cukup parah. Muntah mual lemas yang tidak tertahankan. mungkin pada beberapa orang tidak demikian, inilah yang jadi pertanyaan sebenarnya ngidam itu beneran permintaan bayi atau tidak sih. Sekarang saya jadi mikir, subhanallah ya. Kenapa setiap orang ngidam pasti pengen yang asem asem, kalau pengennya yang aneh-aneh, tergantung ya, pengen manja atau memang selera berat. Kalau yang sering kejadian sih, biasa wanita hamil pengen sate, trus satenya mang udin yang jualannya di pojok kota pas waktu dia SD lagi, nah, karena mungkin yang hamil bingung, semua makanan ga da yang terasa enak, pada akhirnya walau pun sang suami datang dengan membawa sebungkus sate tapi langsung dibuang, ya karena ternyata juga pikiran.

Nah bayi yang baru datang itu bersifat alkali. Makanya kadar hormon kita harus mengembalikan tubuh dalam kondisi seimbang. Makanya pengen yang asem-asem. Karena biasanya itu bersifat buah. Nah buah sendiri kan bersifat alkali, apalagi yang asem, kadar alkalinya semakin tinggi. Ini juga jawaban mengapa anak-anak kalau luka atau sakit cepat sembuhnya, karena pertahanan tubuh mereka masih kuat dan murni. Inilah alasan kenapa ASI itu the best buat baby, ASI asupan yang sangat baik dan minim kontaminasi bahan kimia buatan. Kemurnian yang akan memperkuat daya tahan tubuh. Jadi kalau sakit sedikit tubuh bisa langsung berkonsentrasi menyembuhkan luka, bukan harus terus menerus menetralisir racun yang diserap tubuh.

SELF HEALING
Karena sebenarnya normalnya tubuh yang sehat itu memiliki self healing yang lebih canggih dari obat-obatan buatan manapun. Makanya kita harus pinter menjaga badan, karena kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri, harus dijaga dengan asupan yang baik. Dr Hiromi Shinya sendiri mengaku terakhir mengkonsumsi obat adalah ketika dia berumur 19 tahun karena flu, setelah dia memutuskan untuk menjalani hidup sehat. Nabi Muhammad sendiri adalah orang yang belum pernah terkena penyakit keras selama hidupnya. Jadi sinkron kan ajaran agama dan ilmu pengetahuan mutakhir.

BAB SUSU MASIH TANDATANYA BUAT SAYA
Dalam buku Miracle of Enzyme, kita disarankan untuk tidak mengonsumsi susu sapi, karena ternyata itu tidak baik bagi tubuh kita. Poin masuk akalnya, iya sih hewan mamalia lain saja tidak ada yang minum susu saat besar, susu memang untuk pertumbuhan anak bayi. Dalam Alquran juga ada ayat yang menyebutkan tentang masalah persusuan
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)
Pasti ada hikmah kenapa Allah mengisyaratkan hanya 2 tahun. Nah..

Juga Hadis yang Diriwayatkan oleh Imam Abi Daud dari hadits Ibn Abbas
Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa diberi makanan oleh Allah, maka ucapkanlah “ Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam makanan ini, dan berilah kami rizqi yang lebih baik lagi”, dan barangsiapa diberi Allah minuman susu, maka ucapkanlah “Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam minuman ini dan tambahilah kami dari susu, karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susu “
Beliau pun menjelaskan kelebihan susu dalam ucapan setelahnya  karena memang tidak didapatkan makanan yang lebih bagus dari susu dan tidak ada yang bisa menghilangkan rasa lapar dan dahaga sekaligus kecuali susu. Susu, anugerah Allah yang menakjubkan. Jika kita mau meneliti asal usul dari susu, maka sungguh mengagumkan, karena menunjukkan kepada kita begitu besar kekuasaannya Allah SWT. Bagaimana tidak, Allah menciptakan susu yang suci lagi bermanfaat di antara 2 tempat yang najis dan menjijikkan yaitu kotoran di usus besar dan darah.
“dan sesungguhnya bagi kalian di dalam binatang-binatang ternak ada satu pelajaran. Kami memberi kalian minum dari apa yang ada di perutnya diantara kotoran dan darah (berupa) susu yang bersih yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya “(QS An Nahl 66).

Nah saya tidak bisa menyebutkan susu hewan, makanan yang buruk, karena dalam Alquran hal itu tidak diharamkan. Hiromi Shinya pun mengatakan jikapun ingin konsumsi susu, pilihlah yang fresh, karena kebanyakan susu yang dijual sudah tidak memiliki enzim yang diperlukan karena sudah diproses dengan pemanasan lebih dari 40oC. Enzim mati jika dipanaskan dalam suhu 40oC. Makanya masak sayur jangan kelamaan dan dengan api besar. 

Dan satu lagi, beliau menjelaskan bahwa enzim lypase yang berfungsi mengolah susu menjadi protein, berkurang jumlahnya seiring anak-anak menjadi dewasa. Jadi saya berkesimpulan sendiri, bahwa susu memang sejatinya hanya untuk anak-anak, dan bukankah susu itu hanya diproduksi betina atau kaum perempuan sehabis melahirkan? Jadi susu itu baik tapi tidak untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.

APLIKASI
Saya engga strict sekali untuk memilah milah makanan, tapi saya mencoba makan seimbang untuk saya dan keluarga. Engga jadi vegetarian juga, karena pada dasarnya kita diciptakan memiliki gigi taring. Jadi porsi makan daging memang ada, namun dibatasi sedikit sekali sesuai dengan jumlah gigi taring kita dibanding keseluruhan gigi. Dan pasti Tuhan tidak menghendaki menjadi full vege dengan adanya Idul Adha, iya engga sih, jadi makan daging pun boleh (asal halal) dan pasti ada maknanya kenapa Idul Adha jadi hari raya. Tapi memang pada dasarnya saya ga terlalu suka daging, cuman Suami ya kebalikannya, tidak suka sayur.

Intinya, kalau bisa perbanyak rawfood (makanan mentah), buah dan sayur, beras merah (karena masih kaya serat dan yang pasti tanpa pemutih), minimalkan makanan olahan seperti tepung-tepungan, goreng-gorengan, daging merah, fastfood and junkfood, dsb.

Dan lebih baik lagi, bila memilih makanan lokal dan organik. Kalau masalah lokal, ini pengaruh suami sih, katanya supaya perkonomian negara kita maju, dan yang pasti lokal lebih fresh lah, daripada impor yang dikhawatirkan pakai pengawet untuk packaging kesini. Kalau organik, ya berarti saya sendiri harus menggurangi kegelian saya kalau ketemu ulat-ulat sayur yang menandakan bahwa tanaman itu bebas pestisida. Memilih beras pun ada tipsnya kalau dirasa yang bercap organik agak mahal. Kalau berasnya berkutu berarti non-pestisida dong, tapi ya kalau sudah berkutu jangan dikonsumsi lagi, tandanya udah lama tu beras alias kadaluarsa, besok-besok beli merk yang sama tapi yang masih fresh. Kalau bisa tanam sendiri, pengen deh punya kebun sayur lengkap sendiri, atau sekurangnya someday bisa tinggal di kawasan eco-village gitu.

Saya juga mengonsumsi Air Kangen sesuai dengan anjuran Pakde Hiromi untuk minum air yang baik. Air kangen ini adalah yang kadar alkali nya tinggi dan bebas klorin. Air ini dihasilkan oleh mesin buatan Jepang dan digunakan di rumah-rumah sakit sana. Well, air yang baik pun sekarang langka kan, kalau engga tinggal di gunung yang masih alami banget, air kita bisa mengandung racun seperti klorin dari pengolahannya. Kita memasak air untuh membunuh bakteri tapi tidak menghilangkan klorin (zat yang dipakai untuk membersihkan air) dsb. Padahal fungsi air kan sangat vital. Tapi itu juga konsumsi air kangen nya kadang-kadang, hiks, mahal sih untuk ukuran segalonnya di sini kena ampe 60 ribu. Bandingkan dengan merk A**a yang cuma 1/5 nya. Dan selanjutnya bisa di google sendiri tentang air satu ini. Walaupun ada yang meragukannya tapi kalau minum air kangen ini segarnya plong banget. Dan efeknya kalau makan yang ga bener tubuh langsung bereaksi, buat netralisir.

Poin cantiknya, Pakde Shinya juga bilang bukan berarti kita juga harus selalu memaksakan makan makanan yang tidak kita sukai. Karena perasaan menikmati makanan enak dapat meningkatkan hormon endorfin dan memperbaiki stress. Nah perasaan bahagia ini juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi ya kalau cheating sesekali ga papa lah ya asal ga berlebihan dan tahu konsekuensinya, anggap aja mundur selangkah dalam sepuluh langkah kemajuan.
 
AKHIRUL KALAM
Wah ga disangka nulis postingan sepanjang ini, cem mau nyaingin bukunya aja, tapi inilah poin2 penting yang dipindah di sini supaya gampang kalau mau dibaca ulang. Tentu lebih lengkap lagi kalau langsung baca buku-buku terkait ya.

Ok, sebenarnya kita hanya perlu menyederhanakan hidup. Makanya makanan organik mahal, air yang bersih mahal, karena sekarang semua yang organik/alami butuh effort yang lebih untuk kualitas yang lebih baik. Mungkin efeknya ga langsung dirasakan sekarang, tapi percayalah itu akan berguna untuk masa depan. Walau hidup sehat mungkin sulit dan mahal tapi jauh lebih mudah dan murah dibanding jatuh sakit. Islam sendiri sudah jauh-jauh mengajarkan banyak hal sinkron tentang adab maupun pemilihan makanan seperti ini. Jadi jagalah amanah Allah untuk memelihara tubuh kita sebaik-baiknya. Wallahu alam bishawab.


posted by: Airin YH.