Sebenarnya sudah lama pingin mosting tentang yang satu ini. Healthy lifestyle. Semenjak menjadi, *uhuk uhuk* orang tua, sepertinya kesadaran bahwa pahitnya junk food, menjadi sebuah titik tolak bahwa pada yang alami jualah kita kembali.

DIET?
Dari dulu sesuatu yang berbau diet, sama sekali tidak menarik perhatian saya, sampai setelah menikah pun, apalagi saya dan suami tipe yang susah gemuk agaknya. Karena postur badan yang cenderung kurus, jadi saya pikir saya tidak punya masalah untuk ikut berdiet ria.
Saya juga cenderung ga terlalu ribet soal makanan. Asal baik halal enak bersih, dan bukan olahan durian. Heu.

THE ENZYME FACTOR aka THE MIRACLE OF ENZYME
Berhubung sejak menikah konsumsi beli buku saya menurun drastis, jadi saya hanya punya beberapa buku baru yang bisa dihitung dengan jari. Salah satunya adalah buku sakti ini. Buku diet pertama yang pernah saya baca :P tapi lebih tepatnya buku detoks mungkin.

Buku ini ditulis oleh seorang Dokter Besar di Amerika keturunan Jepang, bernama Hiromi Shinya.
Banyak fakta yang mengejutkan yang saya temui di buku ini.  Walau mungkin ada beberapa poin yang menurut saya masih saya pertanyakan, tapi hampir keseluruhan buku ini membuka wawasan saya.

Tentang makanan, tentang hidup, tentang Tuhan. Yap, entah kenapa setiap poin yang saya dapat otak otomatis langsung mengaitkan dengan ilmu agama yang pernah saya dengar, dan canggihnya bagaimana Tuhan mengatur segala sesuatu agar berjalan baik dan berkesinambungan,  dari hal sekecil sel tubuh hingga alam semesta.

Jadi benarlah bahwa kerusakan di bumi ini ya akibat ulah kita sendiri. Kalau kita sakit, ya kadang bisa jadi akibat kebiasaan kita sendiri yang tidak sehat. Padahal Tuhan telah memberi guidebook yakni berupa risalah agama. Akumulasi kebiasaan yang selama bertahun-tahun mengabaikan kaidah alam menjadikan kita sakit. Namun sesuai sifat taubat, penyakit bisa diobati, selama zaman belum berakhir. Allahu rahim.

Nah, setelah saya membaca buku ini, saya jadi terbuka mata, bahwa diet itu bukan masalah kurus atau gemuk badan, tapi masalah hidup sehat. Buku ini merupakan awal yang bikin saya semangat positif kalau habis membacanya. Maksudnya tiap saya sudah mulai longgar terhadap menu makanan yang sehat, saya baca lagi buku ini, trus jadi semangat lagi.

DIRIMU ADALAH APA YANG KAMU MAKAN
Poin paling penting adalah, bahwa manusia, yang hampir setiap hari makan dan menggendong kotoran di perutnya, ternyata perlu memperhatikan benar-benar apa-apa yang dimakannya, cara memakannya, cara mengolahnya, dan ga salah kalau dalam agama juga sangat ditekankan untuk memakan makanan yang halal dan baik. Di sini Allah mengajarkan bahwa yang halal bergandeng dengan yang baik (halal thayyiban). Jadi bukan sekedar halal tapi kita juga perlu tahu ilmunya, mana yang baik bagi tubuh dan mana yang tidak. Dan cara kita makan akan berpengaruh besar pada diri kita.

Jadi pencernaan atau metabolisme yang lancar, akan menghidarkan kita dari banyak penyakit besar. Bayangkan bila sering menyimpan kotoran stagnan dalam perut, atau orang yang punya masalah Buang Air Besar. Pasti tubuh akan penuh racun, gas-gas buang yang berbahaya, memicu radikal bebas, dan sebagainya yang pada akhirnya akan menimbulkan berbagai penyakit.

Dari sinilah kita diharuskan untuk makan makanan yang seimbang. Tubuh memerlukan protein, karbohidrat, serat, vitamin, mineral dan zat lain dengan porsi masing-masing yang seimbang. Semua itu untuk keberlangsungan hidup kita juga.

PUASA
Subhanallah Allah mewajibkan puasa, bahkan puasa Ramadhan yang diwajibkan bagi Muslim, adalah selain bentuk ketaatan, ternyata juga Allah mengajarkan kita bagaimana merawat tubuh kita sendiri yang merupakan anugerahnya. Puasa juga saat detoksifikasi (pembersihan tubuh dari racun) dan mengembalikan vitalitas fungsi organ tubuh agar dapat bekerja lebih optimal ke depan. Di dalam puasa terkandung banyak kebaikan yang sampai sekarang saya semakin sadar bahwa apa yang diperintah Allah untuk kebaikan kita juga. Perintah Nya itulah layaknya manual guide of our live. Read first.

JANGAN MENUNDA HAJAT
Nah saya orang yang memiliki masalah dengan BAB, dan saya menyadari ini adalah akibat kebiasaan buruk selama bertahun-tahun lalu, saya suka menahan buang air.
Maksudnya selama di sekolahan dulu, saya jarang menggunakan toilet sekolah, kecuali darurat. Sekarang saya tahu, bahwa itu kebiasaan yang salah total, seharusnya saya membiasakan diri untuk tidak menahan rasa sesak, sebagai alarm tubuh bahwa ada kotoran yang harus dibuang agar tidak meracuni tubuh. Sekarang saya berharap bahwa semua pihak sekolah mesti memperhatikan keadaan toiletnya demi kesehatan anak-anak didiknya.

Dan akibat sering menunda buang hajat pastilah memiliki masalah pencernaan, di antara akibatnya gampang masuk angin, gampang hoyong kalau berdiri lama, sakit kepala, dan gampang capek. Semua mungkin karena kebiasaan 'menumpuk racun' tak sedap. Jadi sepertinya ini jawabannya soalnya saya menemukan korelasi yang kuat setelah saya membaca buku ini.

RITME TUBUH
Adalagi masalah ritme tubuh, ini juga yang menyebabkan bahwa lagu Om Rhoma, Jangan bergadang, didukung oleh Pakde Shinya. Karena tubuh memiliki jadwal metabolisme yang rapi dan bila jadwal kacau, dipastikan berakibat tidak baik bagi stamina. Contoh simpelnya, kita diharuskan bangun pagi dan tidur cepat di waktu malam. Karena ada jadwal piket yang berlangsung dalam tubuh kita. Seperti jam 10 malam ke atas kita sudah harus dalam keadaan tidur pulas, agar pembuangan racun dari proses penyerapan dapat berjalan baik.

Ritme ini berkaitan juga dengan hadis Nabi, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang, ini mengisyaratkan makan teratur dan tidak berlebih-lebihan.

MENGUNYAHLAH DENGAN BAIK
Hadis Nabi yang juga menyarankan kita untuk mengunyah makanan 23 kali mungkin terasa janggal, karena belum hitungan kelima kunyahan saja, barangkali sudah tertelan semua. Tapi pakde Shinya menyarankan kunyahan bahkan 30-70 kali. karena pelumat yang paling baik adalah gigi kita, jadi kunyahlah dengan seksama agar makanan hancur terkulum baik dengan enzim yang ada di mulut, sehingga proses pencernaan selanjutnya akan memudahkan. Ini sesuai dengan etika makan dalam Islam dan selaras dengan ide diet juga kan. Lagipula orang yang makan perlahan dan menikmati setiap kunyahan, maka sendirinya terhindar dari makan berlebihan yang dapat mengakibatkan kegemukan. So chew it and enjoy your food.

PERBANYAK MAKAN SERAT DAN HINDARI MAKANAN INSTAN
Jelas sudah, kenapa di era kini penyakit makin bermacam model. Karena kita disuguhi berbagai makanan yang macam model juga. Belum lagi pengaruh polusi, rekayasa genetika, penggunaan kosmetik dan sebagainya. Tubuh kita diracuni dari luar dalam. Tubuh yang seharusnya memiliki self healing yang baik bila asupan kita baik, menjadi tambah kacau. Apalagi ditambah dengan klaim berbagai obat-obatan yang pada dasarnya merupakan benda asing bagi tubuh. Bukan saya anti obat-obatan, tapi mungkin pengaruh dari ibu saya sedari kecil, kalau sakit saya jarang diberikan obat-obat warung, kalau demam kami biasa paling dibuatin jus apel atau makan nasi kepal. Kala hamil sajalah, saya diresepkan dokter makan seperangkat obat dan multivitamin secara rutin. Nah ini ceritanya lain lagi.

Berdasarkan buku Miracle of Enzyme, obat-obatan hanya digunakan untuk keadaan yang teramat darurat karena bagaimanapun, obat dianggap benda asing bagi tubuh, jadi sudah pasti tidak baik untuk jangka panjang. Jadi yang perlu dilakukan memang utamakan pencegahan, dan perbaiki asupan, semua itu adalah guna menjaga keseimbangan seluruh fungsi tubuh dengan baik, sehingga jika ada gejala sakit, tubuh memiliki self healing dan self guard yang lebih pol dari obat manapun.

KESEIMBANGAN pH 
 pH adalah ukuran ke seimbangan asam basa di dalam tubuh, kondisi basa (Alkali) biasanya di asosiasikan dengan kondisi yang positif / sehat, sedangkan asam (Acid) di kondisikan tubuh dalam ke adaan kurang sehat.
pH Balance 
Makanan tertentu dapat membuat tubuh jadi cenderung asam/acid. Kondisi itu tak baik jika dibiarkan. Sebab, bakteri dan virus gampang menyerang. Memang, ketika kondisi tubuh mulai asam, biasanya ‘alarm’ alami tubuh akan mengeluarkan peringatan. Berupa batuk, pilek, atau penyakit berskala ringan yang dapat sembuh sendiri. Akan tetapi, jika tubuh terus-menerus dibiarkan dalam kondisi asam (dengan kadar keasaman yang makin meningkat), keadaan tubuh bisa memburuk. Bahkan, bisa muncul penyakit degeneratif (penyakit karena penurunan fungsi organ). Termasuk, kanker dan sebagainya.

Pola makan kita di era modern ini malah justru lebih banyak makanan ber-acid, dan itu tidak bagus bagi kesehatan. Untuk menentukan makanan yang bersifat acid atau alkali, tidak bisa dari rasa yang asam atau tidak. Makanan tertentu, misalnya roti dan gula putih, itu sama sekali tidak acidic menurut rasa, tapi keduanya bukanlah makanan alkalin. Sebab, acid-acid yang terkandung di dalam makanan ini baru di lepaskan pada saat tubuh mulai mencerna dan memanfaatkan makanan-makanan ini. Tapi secara sederhananya begini:
TEKA TEKI NGIDAM
Ohya, ada hubungan lagi dengan kehamilan. Setiap masa ngidam saya cukup parah. Muntah mual lemas yang tidak tertahankan. mungkin pada beberapa orang tidak demikian, inilah yang jadi pertanyaan sebenarnya ngidam itu beneran permintaan bayi atau tidak sih. Sekarang saya jadi mikir, subhanallah ya. Kenapa setiap orang ngidam pasti pengen yang asem asem, kalau pengennya yang aneh-aneh, tergantung ya, pengen manja atau memang selera berat. Kalau yang sering kejadian sih, biasa wanita hamil pengen sate, trus satenya mang udin yang jualannya di pojok kota pas waktu dia SD lagi, nah, karena mungkin yang hamil bingung, semua makanan ga da yang terasa enak, pada akhirnya walau pun sang suami datang dengan membawa sebungkus sate tapi langsung dibuang, ya karena ternyata juga pikiran.

Nah bayi yang baru datang itu bersifat alkali. Makanya kadar hormon kita harus mengembalikan tubuh dalam kondisi seimbang. Makanya pengen yang asem-asem. Karena biasanya itu bersifat buah. Nah buah sendiri kan bersifat alkali, apalagi yang asem, kadar alkalinya semakin tinggi. Ini juga jawaban mengapa anak-anak kalau luka atau sakit cepat sembuhnya, karena pertahanan tubuh mereka masih kuat dan murni. Inilah alasan kenapa ASI itu the best buat baby, ASI asupan yang sangat baik dan minim kontaminasi bahan kimia buatan. Kemurnian yang akan memperkuat daya tahan tubuh. Jadi kalau sakit sedikit tubuh bisa langsung berkonsentrasi menyembuhkan luka, bukan harus terus menerus menetralisir racun yang diserap tubuh.

SELF HEALING
Karena sebenarnya normalnya tubuh yang sehat itu memiliki self healing yang lebih canggih dari obat-obatan buatan manapun. Makanya kita harus pinter menjaga badan, karena kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri, harus dijaga dengan asupan yang baik. Dr Hiromi Shinya sendiri mengaku terakhir mengkonsumsi obat adalah ketika dia berumur 19 tahun karena flu, setelah dia memutuskan untuk menjalani hidup sehat. Nabi Muhammad sendiri adalah orang yang belum pernah terkena penyakit keras selama hidupnya. Jadi sinkron kan ajaran agama dan ilmu pengetahuan mutakhir.

BAB SUSU MASIH TANDATANYA BUAT SAYA
Dalam buku Miracle of Enzyme, kita disarankan untuk tidak mengonsumsi susu sapi, karena ternyata itu tidak baik bagi tubuh kita. Poin masuk akalnya, iya sih hewan mamalia lain saja tidak ada yang minum susu saat besar, susu memang untuk pertumbuhan anak bayi. Dalam Alquran juga ada ayat yang menyebutkan tentang masalah persusuan

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

Pasti ada hikmah kenapa Allah mengisyaratkan hanya 2 tahun. Nah..

Juga Hadis yang Diriwayatkan oleh Imam Abi Daud dari hadits Ibn Abbas
Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa diberi makanan oleh Allah, maka ucapkanlah “ Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam makanan ini, dan berilah kami rizqi yang lebih baik lagi”, dan barangsiapa diberi Allah minuman susu, maka ucapkanlah “Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam minuman ini dan tambahilah kami dari susu, karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susu “

Beliau pun menjelaskan kelebihan susu dalam ucapan setelahnya  karena memang tidak didapatkan makanan yang lebih bagus dari susu dan tidak ada yang bisa menghilangkan rasa lapar dan dahaga sekaligus kecuali susu. Susu, anugerah Allah yang menakjubkan. Jika kita mau meneliti asal usul dari susu, maka sungguh mengagumkan, karena menunjukkan kepada kita begitu besar kekuasaannya Allah SWT. Bagaimana tidak, Allah menciptakan susu yang suci lagi bermanfaat di antara 2 tempat yang najis dan menjijikkan yaitu kotoran di usus besar dan darah.

“dan sesungguhnya bagi kalian di dalam binatang-binatang ternak ada satu pelajaran. Kami memberi kalian minum dari apa yang ada di perutnya diantara kotoran dan darah (berupa) susu yang bersih yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya “(QS An Nahl 66).

Nah saya tidak bisa menyebutkan susu hewan, makanan yang buruk, karena dalam Alquran hal itu tidak diharamkan. Hiromi Shinya pun mengatakan jikapun ingin konsumsi susu, pilihlah yang fresh, karena kebanyakan susu yang dijual sudah tidak memiliki enzim yang diperlukan karena sudah diproses dengan pemanasan lebih dari 40oC. Enzim mati jika dipanaskan dalam suhu 40oC. Makanya masak sayur jangan kelamaan dan dengan api besar. 

Dan satu lagi, beliau menjelaskan bahwa enzim lypase yang berfungsi mengolah susu menjadi protein, berkurang jumlahnya seiring anak-anak menjadi dewasa. Jadi saya berkesimpulan sendiri, bahwa susu memang sejatinya hanya untuk anak-anak, dan bukankah susu itu hanya diproduksi betina atau kaum perempuan sehabis melahirkan? Jadi susu itu baik tapi tidak untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.

APLIKASI
Saya engga strict sekali untuk memilah milah makanan, tapi saya mencoba makan seimbang untuk saya dan keluarga. Engga jadi vegetarian juga, karena pada dasarnya kita diciptakan memiliki gigi taring. Jadi porsi makan daging memang ada, namun dibatasi sedikit sekali sesuai dengan jumlah gigi taring kita dibanding keseluruhan gigi. Dan pasti Tuhan tidak menghendaki menjadi full vege dengan adanya Idul Adha, iya engga sih, jadi makan daging pun boleh (asal halal) dan pasti ada maknanya kenapa Idul Adha jadi hari raya.

Intinya, kalau bisa perbanyak rawfood (makanan mentah), buah dan sayur, beras merah (karena masih kaya serat dan yang pasti tanpa pemutih), minimalkan makanan olahan seperti tepung-tepungan, goreng-gorengan, daging merah, fastfood and junkfood, dsb.

Dan lebih baik lagi, bila memilih makanan lokal dan organik. Kalau masalah lokal, ini ya supaya perkonomian negara kita maju, dan yang pasti lokal cenderung lebih fresh. Kalau organik, ya berarti saya sendiri harus menggurangi kegelian saya kalau ketemu ulat-ulat sayur yang menandakan bahwa tanaman itu bebas pestisida. Memilih beras pun ada tipsnya kalau dirasa yang bercap organik agak mahal. Kalau berasnya berkutu berarti non-pestisida dong, tapi ya kalau sudah berkutu jangan dikonsumsi lagi, tandanya udah lama tu alias kadaluarsa, besok-besok beli merk yang sama tapi yang masih fresh. Kalau bisa tanam sendiri, pengen deh punya kebun sayur lengkap sendiri, atau sekurangnya someday bisa tinggal di kawasan eco-village gitu.

Saya juga mengonsumsi Air Kangen sesuai dengan anjuran Pakde Hiromi untuk minum air yang baik. Air kangen ini adalah yang kadar alkali nya tinggi dan bebas klorin. Air ini dihasilkan oleh mesin buatan Jepang dan digunakan di rumah-rumah sakit sana. Well, air yang baik pun sekarang langka kan, kalau engga tinggal di gunung yang masih alami banget, air kita bisa mengandung racun seperti klorin dari pengolahannya. Kita memasak air untuh membunuh bakteri tapi tidak menghilangkan klorin (zat yang dipakai untuk membersihkan air) dsb. Padahal fungsi air kan sangat vital. Tapi itu juga konsumsi air kangen nya kadang-kadang, hiks, mahal sih untuk ukuran segalonnya di sini kena ampe 60 ribu. Bandingkan dengan merk A**a yang cuma 1/5 nya. Dan selanjutnya bisa di google sendiri tentang air satu ini. Walaupun ada yang meragukannya tapi kalau minum air kangen ini segarnya kayak plong banget.

Poin cantiknya, Pakde Shinya juga bilang bukan berarti kita juga harus selalu memaksakan makan makanan yang tidak kita sukai. Karena perasaan menikmati makanan enak dapat meningkatkan hormon endorfin dan memperbaiki stress. Nah perasaan bahagia ini juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi ya kalau cheating sesekali ga papa lah ya asal ga berlebihan dan tahu konsekuensinya untuk menyeimbangkan kembali.


AKHIRUL KALAM
Wah ga disangka nulis postingan sepanjang ini, cem mau nyaingin bukunya aja, tapi inilah poin2 penting yang dipindah di sini supaya gampang kalau mau dibaca ulang. Tentu lebih lengkap lagi kalau langsung baca buku-buku terkait ya.

Ok, sebenarnya kita hanya perlu menyederhanakan hidup. Makanya makanan organik mahal, air yang bersih mahal, karena sekarang semua yang organik/alami butuh effort yang lebih untuk kualitas yang lebih baik. Mungkin efeknya ga langsung dirasakan sekarang, tapi percayalah itu akan berguna untuk masa depan. Walau hidup sehat mungkin sulit dan mahal tapi jauh lebih mudah dan murah dibanding jatuh sakit. Islam sendiri sudah jauh-jauh mengajarkan banyak hal sinkron tentang adab maupun pemilihan makanan seperti ini. Jadi jagalah amanah Allah untuk memelihara tubuh kita sebaik-baiknya. Wallahu alam bishawab.


posted by: Airin YH.


                              Jejerin kursi main keretaapi2an di rumah
                                  Ciyuss.. miapah.. :p
                          Keranjang baju pun jadi kereta dorong
                                      "Adek gue neh.." :D
                                                   Milk time
                                                Maen bedak x(

Sebenarnya pengen lebih intens ngepost perkembangan anak-anak paling enggak setiap bulannya. Tapi apa daya, kalau mo nulis sebuah postingan itu butuh waktu khusus, untuk ngedit, mikir, merenung, ngedesain, walaupun yang diposting alakadarnya.
Soalnya setiap hari bersama mereka, tiap hari selalu aja takjub liat perkembanagn mereka. Dari udah bisa ini bisa itu, sampai mungkin mereka ntar udah ga bisa diliatin lagi udah pada bisa ngapain. Maksudnya udah punya teman sendiri, sibuk sekolah mungkin, atau kemana gitu ga ngajak2 ortunya. Hiks. So I will enjoy every moment I have them in my side...


Dirga.
Dirga udah 3,5 tahun. Udah jadi abang-abang. Kemarin sempat ikut Paud di dekat tempat neneknya. Sejak bundanya hamil Phipa sih. Tapi mendadak jenuh kayaknya, sebelum bulan puasa Agustus kemarin, dia dah ogah-ogahan kalau diajakin sekolah, bahkan tempat neneknya. "Dah tamat cekolah nya." jawabannya kalau ditanya kenapa ga sekolah lagi. (-_-)
 Jadi dia pun sampai hari ini, dah lebih banyak di rumah aja nemeni bunda dan adiknya.  ya udah, ga dipaksain, tunggu ntar pas masuk TK aja biar semangatnya balik.

Satu sisi, seneng sih Dirga di rumah, jadi ga kangen2, trus ada temen adiknya biar ga selalu nguntitin bundanya terus, kan jadi bisa ngerjain pekerjaan rumah apapun. Tapi sisi lain, rumah jadi dobel berantakannya, dan ditambah urat leher bundanya kayaknya nambah, secara mesti tereakan tarzan  ngelarang ini itu. :D

 Anak cowo kali ya, lari-lari ke seluruh penjuru, loncat2 di sofa, tempat tidur, manjat2 meja makan, apa apa gitu yang bikin kita ngeliatnya aja sport jantung walah, yang namanya jatoh kejedot bolak balik ga bikin jera.
Tapi dia suka nyanyi juga nih, lagu 'cicak di dinding' adalah lagu pertama yang komplit diingatnya. Sekali waktu ngajarin hafal doa juga, pengennya ntar bisa hafiz Qur'an juga.

Walaupun Dirga masih agak pemalu kalau di depan orang, sekarang udah makin banyak akalnya. makin bijak juga kalau ngomong. Walau kadang ngomong masih suka rancu, kebalik antara dua kata yang berpasangan. Hmm..misalnya mau bilang "masuk" atau "di dalam" malah kebolak balik dengan "keluar". Atau mau bilang 'pergi' malah bilang "aku pulang dulu yaa''. Wew, Sinchan kali kan.
Atau apalagi yaa.. ya gitu lah. Beberapa kata masih belum tepat, tapi kita nya ngerti ngerti aja.

Beberapa hal saya juga kadang suka marah atau ngelarang, tapi trus mikir, bener gak ya cara didiknya. Kebanyakan dilarang juga ga bagus kan untuk sisi kreatifnya, tapi rasa kuatir justru bikin kita terkadang terkesan keras sama anak. Dari sini nih, orang tua itu dituntut bijak plus punya integritas. Maksudnya sesuai perkataan dengan perbuatan. Jadi teladan gitu.

Misal, biasanya saya ga ngebolehin bawa makanan ke kamar, karena takutnya ntar bertumpahan banyak semut trus digigitin lagi tidur kan ga fair yah. Trus siang tadi, begitu mereka berdua tidur siang, saya baru ambil makan siang buat saya sendiri. Rencana sih pengen makan sambil ngadem di kamar yang ber AC, tapi rupanya Dirga masi agak melek, "Kok mamam di kamar? di luar lah bunda mamam nya.." Ahah. Malu kan. Langsung saya ngeloyor keluar sambil jawab "Oh iya ya, nanti tumpah ya.." Demi menegakkan disiplin yang saya buat sendiri, relalah saya makan diluar biar agak-agak gerah dikit, karena kipas angin rada tak mampu mengatasi cuaca panas di luar.

Trus dia dah bisa juga ngambil minum sendiri dari dispenser yang diletakkin diatas meja, buka gerendel kunci di atas. Dengan bangku dan meja tulisnya. panjat panjat panjat. Ya lah, dibiasain juga mandiri, biar ga repot kali bundanya.

Hal yang agak ga enaknya, sekarang kalau diajakin jalan-jalan atau ke warung, udah bisa minta. Minta ini itu sambil merengek. Owh..





Afifa.
Kalau Afifa belum genap 10 bulan kemarin, dia udah bisa jalan loh. Lumayan cepat yah kalau Dirga kan belum genap setahun jago jalannya. karena dia juga ngerangkaknya lucu, kalo ngerangkak nungging pantanya ditinggiin, jadi lututnya ga nyentuh lantai, bagus juga sih style nya, jadi ga lecet tuh dengkul.

Giginya sekarang udah ada 4. Kalau ketawa gemesin skali lah gigi kelinci nya itu. Makan pun sekarang ga mau bubur, dah nasi biasa kayak abangnya cuma versi dipenyet-penyetin. Keseringan pun, makan udah sekalian aja nyuapin abangnya plus dianya. Lagipula menunya yang udah bisa dikonsumsi Afifa juga.

Yang barusan aja pinternya, Afifa dah bisa tepok jidat tangan plus dah ngerti goyangin badannya ala meratib dengar musik. Pok ame ame belalang kupu kupu...
Nah kalau bagian lasaknya, udah bisa manjat tempat tidur, sofa, meja ruang tamu, bolak balik naik turun. Kalau naik mobil udah ga mau diam dipegangin, hebohlah pengen kesana kemari, mencet2in tape mobil bahkan sampai pegang stir.
Hedeh... makanya sekarang bundanya berkurang hobi dan antusias kalau bepergian jauh-jauh. Pegangin dua anak yang ga mau diam, terus terang cape beud. Belum lagi motion sickness yang kadang mendera. Perjalanan kurang ternikmati, tapi kadang-kadang demi kesuntukan tak merajalela bagi semua anggota keluarga, pengen juga refreshing sejenak dua jenak, sekedar cuci mata, atau hirup udara bebas.

Dan yang paling terasa keramean kedua anak ini adalah ketika mereka berdua tidur dengan sendirinya karena kecapekan. Celotehan, tangisan, dan teriakan langsung senyap. Baru deh tertatap wajah wajah lugu.. *natapnya penuh haru biru gitu *cieciee.. 
Well, that's my kids... love is you lah. ♥


Awal saya membaca kata Lazuli Sarae di internet, saya langsung tertarik mengklik website nya, karena saya menemukan kata yang mengundang rasa penasaran. Dan reaksi saya begitu melihat isi websitenya, waw! Pertama terlihat seorang model pria dengan kemeja denim bercitarasa batik. Keren :) Tak ketinggalan model-model lainnya yang juga memikat hati mengenakan batik denim.

Pertanyaan langsung terlintas di pikiran saya, bagaimana para model ini bisa terlihat begitu elegan sekaligus dinamis? Ya, bagi saya pemakaian batik cenderung terkesan formal, begitu seseorang mengenakan baju batik, auranya terasa berbeda dengan pemakaian baju lain. Walaupun sekarang batik sudah mulai di'casual'kan dengan berbagai model dan kreativitas, tapi baru di Lazuli Sarae saya mendapatkan kesan it works magic on denim. Saya pun menjelajahi seluruh isi website dan mendapati bahwa mereka mengusung konsep batik on denim dalam kreativitas mereka.

Katakanlah denim atau biasa kita sebut jeans, bahan pakaian yang paling tahan lama dan dan paling sosial, artinya siapa saja bisa memakainya sekarang ini. Sedangkan batik dengan filosofi kental budaya asli Indonesia, coba diangkat para kreator Lazuli Sarae dengan statement yang kuat, bahwa batik yang legendaris dan denim yang everlasting bisa matching.

Wibawa batik, kekuatan denim dipadukan dengan cutting yang dinamis. Batik on denim itu merupakan sentuhan yang tepat untuk memaksimalkan style modern yet local. Dan Lazuli Sarae sudah berhasil memadukannya dengan penuh decak kagum saya dari pandangan pertama. Karena perpaduan yang dihasilkan juga tidak sekedar 'nemplokin' batik diatas bahan denim. Mereka membatiknya dengan cara  traditional wax resist-dye technique atau 'mbatik' langsung, sama sekali bukan cap, sablon atau hasil print, dan ini tidak mudah, apalagi pada media denim, mereka juga benar-benar memikirkan konsep padu dengan selera seni yang ga pasaran. Ga percaya, lihat saja semua koleksi mereka di web lazulisarae. com.

Pada koleksi terbaru "The Story of Aosan" saya suka model blazer Afra Olenji. See, dari pemilihan nama item saja, mereka mencantumkan nama-nama unik bertaste lokal. Blazer Afra Olenji ini begitu eye catching dan karena saya mengenakan hijab saya akan mengenakannya dengan long dress atau long sleeve polos dari bahan katun untuk acara casual, berbahan sifon atau satin untuk acara yang lebih formal.
                       Afra Olenzi Blazer

Tapi kalau untuk dikenakan bersama pasangan, saya lebih dulu tertarik dengan abang-abang yang saya bicarakan di awal, model yang memakai batik Chin Cinereo Shirt, kayaknya suami saya yang sangat pemilih dalam hal berpakaian pun akan suka dengan batik denim on model. Dan tentu saja saya akan memilih Cinereo Mini Cape sebagai padanannya. Cape nya unik dan bisa dilepas, jadi bisa ganti gaya. Warnanya juga serasi.
                Chin Cinereo Shirt dan Cinereo Mini Cape

Mau dipakai kemana? saya rasa saya tidak bisa memikirkan kesempatan apa yang tidak cocok untuk batik denim nya Lazuli Sarae. Semi formal oke, jalan-jalan juga oke. Atau bahkan saya mungkin akan mengenakan dengan suami saya untuk foto pasca wedding alias foto keluarga :). Tetep klasik tapi tetap berkesan muda, ahah sok muda nih. Tapi sebenarnya semangat kemudaan ini yang terlihat ditonjolkan oleh Lazuli Sarae, jadi tanpa pandang umur, setiap orang pasti bakalan ngerasa fresh spiritnya dengan mengenakan batik denim Lazuli sarae.

Koleksi Lazuli Sarae sangat unik setiap itemnya, dan saya percaya orang-orang kreatif di balik Lazuli Sarae akan bisa terus mengeksplorasi ide batik on denim ini dengan berbagai macam inovasi. Saya sendiri rasanya ingin mereka-reka desain seperti apa lagi yang bisa diwujudkan. Hm..saya membayangkan bagaimana memadukan sebuah tunik denim asimetris dengan corak batik dye yang tidak kaku, seperti 'terpoles' batik di bagian-bagian yang tidak diduga. Lalu ditambah dengan sedikit sentuhan renda berwarna denim gelap atau bahkan aplikasi studs di bahu untuk mempertegas kekuatan denim. Sentuhan renda di saku atau kancing di dada, atau pergelangan tangan akan sedikit mem'feminim'kan denim. Dan tidak lupa sebuah tas batik denim yang bercitarasa elegan dengan dipermewah sebaris studs.

Ide saya mungkin agak terlalu campur aduk atau banyak maunya dalam satu desain, tapi saya percaya kalau diserahkan pada tim kreatif di belakang Lazuli Sarae pasti bisa mewujudkannya dengan cantik (nantang apa nodong nih :)).

Berikut ini salah satu contoh ide desain yang ada dalam benak saya. Aplikasi studs dan asimetris dengan semburat batik. Lucu mungkin, karena saya bukan seorang desainer fashion :) Bagaimana?
Posting saya ini adalah apresiasi saya terhadap Lazuli Sarae. Brand yang sukses memadukan budaya Indonesia dengan tren masa kini yang cendrung simpel dan praktis, ornamen batik pada media denim. Jadi yang memakai pun tetap merasa trendi dan dapat nilai plus ikut melestarikan budaya Indonesia. Saya percaya ide ini akan bertahan lama karena Lazuli Sarae begitu berkharakter, inovatif, sekaligus memiliki misi positif pada khazanah budaya Indonesia.

Yang jelas, saya yang biasanya jarang memakai batik kalau bukan acara formal, sangat terpesona pada kreativitas Lazuli Sarae. Mereka membuat desain ekslusif dengan harga yang sepadan untuk sebuah ide luar biasa, kerumitan proses pembuatan, dan detail yang indah.




ps update Feb 2013:
tulisan ini saya ikutkan untuk giveaway2 lazuli Sarae, alhamdulillah menang untuk kategori custom product.

Pas wiken Sabtu-Minggu, liburan ke luar kota paling populer di Medan ya ngadem ke Brastagi. Jarak tempuh juga dekat mungkin sekitar 1-2 jam kalau ga macet
Niat kali ini pengen liat Pagoda Replika di Taman Alam Lumbini nya, tempat ini mulai dibangun sejak 2007 dan baru selesai 2010 lalu. Yang kalo liat foto-foto orang, kayaknya cem di Negeri Gajah Putih sana, nah, apakah foto berikut ini feels like in Thailand?

Berikut beberapa pemandangan di sekitarnya, untuk masuk ke dalam pagoda, kita harus melepaskan alas kaki dan disimpan pada kantong plastik yang disediakan di dekat pintu masuk.

Selanjutnya kami memutuskan bermalam di wisma Bukit Kubu, dulu juga kami pernah nginap di sini, dan tempatnya memang nyaman sekali, untuk bersantai menikmati hari. Walaupun fasilitas penginapannya sederhana, karena bangunannya juga bangunan tempo doeloe, setidaknya ada kran air panas dan yang pasti ga perlu AC, karena udara sejuk nan segar plus cahaya cantik matahari pastinya berlimpahan. 
Trus khas disini nih, paling mantap main gelembung sabun, layangan, berkuda, dan sebagainya, banyak yang berjualan mainan tersebut. Karena halamannya itu loh, lapangan rumput luas berbukit plus angin sepoi-sepoi.

Baiklah, selamat menikmati liburan.....!

Saya lagi suka kukus mengukus. Rasanya bebas dari rasa bersalah karena kebanyakan cara memasak saya adalah digoreng karena praktis.
Walau ga semua makanan kukus bisa dinikmati selahap makan gorengan, tapi untuk dimsum ini (atau kayaknya lebih mirip siomay apa ya), yang pasti Dirga mau makan. Wah leganyaa.
Tahulah, pria-pria di rumah ini paling susah ditebak seleranya, engga doyan ngemil juga, jadinya saya yang seperti sang pemakan segala. Masak sendiri makan sendiri, kecewa sendiri muji sendiri. Ahah.

Owkey demi lemak2 di perut, mari camil makanan kukus satu ini. Buatnya juga cepet dan praktis kalau kulit pangsitnya sudah tersedia, tapi kadang saya pakai kulit pangsit instan yang dijual di supermarket, ha ga mau repot, tapi bagaimana pun buat sendiri lebih sehat ya sodara-sodara. Yuuukk...


Bahan:
Kulit Pangsit:
300 gr tepung terigu cakra
100 ml air mendidih
80 ml air dingin
1 sdt garam halus
1 sdm minyak goreng
Bahan Isi:
daging ayam cincang, udang cincang, jamur cincang, apa yang ada di kulkas dicincang (:
sawi putih, iris halus, rendam air panas, tiriskan
4 siung bawang putih, haluskan
1 sdm tepung kanji
1 butir telur ayam
1 sdm kecap asin, saus tiram, minyak wijen
gula, garam, lada, secukupnya

Cara Membuat:
Kulit Pangsit: Campur tepung terigu dengan air mendidih, aduk rata. Tambahkan air dingin, garam dan minyak, aduk dengan tangan hingga terbentuk adonan yang kalis. Diamkan selama 40 menit. Ambil adonan dan giling hingga tipis dan potong dengan ukuran secukupnya.
Campur semua bahan isi, aduk rata.
Ambil kulit pangsit, isi dengan 1 sendok makan bahan isi. Bentuk pinggirnya dengan cara dilipit. Kukus hingga matang. Angkat dan sajikan hangat dengan saus pedas.

Alkisah, karena pengalaman sang abang Dirga, yang tidak dicukur saat lahir, melainkan hingga lebih dari 6 bulan baru dicukur habis. Hingga rambutnya ala ala alay yang panjang tak jelas. Alhasil sudah agak susah untuk dicukur--karena udah gede udah kuat berontak waktu dipegangin untuk cukur di tukang pangkas.


Jadi untuk Afifa, selepas 40 hari, langsung dicukur, oleh saya sendiri. He. Tentu saja tidak berhasil karena tetap tidak tega waktu bagian pake silet pisau cukurnya, akhirnya tetap sang tukang pangkas juga anak mudanya :D
Sebenarnya masalah cukur mencukur ini, sunnah yang sudah boleh dilakukan saat bayi berumur 7 hari. Ada yang berpendapat bahwa rambut yang dibawa lahir itu rambut kotor karena bawaan dari dalam kandungan. Ada pula yang hanya memotong sebagian saja untuk syarat. Tapi saya lihat bayi yang masih piyik dan berkulit kepala masih kenyal kenyol gitu, rasanya tunggu agak besaran dikit lah biar agak kuat, tapi jangan terlalu besar nanti sudah terlalu lasak, jadi susah cukurinnya, keburu gondrong deh kayak Dirga.

Dan karena Phipa masih tiduran terus, belum bisa duduk, apalagi berdiri, jadilah pertumbuhan rambutnya tidak rata. Kata orang, kemakan bantal. Lihat kan, ala sirkal ngepunk gitu, hehe. Btw, waktu digundulin kenapa mereka berdua jadi mirip yah?

Tapi rambut Phipa agaknya bersih daripada rambut Dirga waktu bayi dulu, ga ada tu yang namanya lengket2 darah keras atau ketombe sebagainya, mungkin karena saya doyan air kelapa pas dah hamil tua dan waktu mandiin pun tidak menggunakan sampo bayi, cukup 2 in 1 baby wash.

Tapi sekarang nungguin rambutnya panjang, jadi nebak nebak, lurus apa ikal yaaah..

piZap.com free online photo editor, fun photo effects

Inilah si cah ayu, kembang hati kami, namanya Afifa Kiandra Darmawan. Afifa artinya suci, Kiandra artinya keajaiban. Keajaiban suci yang cantik, bunga2 di taman semarak bermekaran semua di saat lahirnya lho. Awal lahir, pipinya tembem memerah sekali kaya tomat, ditambah sipit matanya terdesak pipi, dan hidungnya juga terdesak ke dalam, heuhe. Ada lesung pipit juga sebelah. Hehe. Anak perempuanku yang lucu dan caem, alhamdulillah sepasang sudah, tidak penasaran. Dah sah sekarang ngeliriki baju2 anak cewe yang unyu unyu, hehe, yg pasti punya anak perempuan itu...lebih seru dari main boneka. :D
Semoga jadi anak salihah, pintar dan berbakti ya nak.....

sayang kami, ♥Ayah, Bunda, Dirga♥


piZap.com free online photo editor, fun photo effects

ini foto taman depan rumah, warna warni pas Afifa lahir.. lovely!

Saya pernah makan sup ini di restoran chinese, dan rasanya itu...se su atu. Hangat dan khas..hmm...
Akhirnya kemarin coba beli di Brastagi Supermarket, rumput laut kering (dried seaweed) atau Nori. 
Paling enak langsung dimakan hangat-hangat dan bikin sendiri lebih puas.

Bahan: 
Bawang putih 3 siung, dicincang
minyak wijen 
dried seaweed (direndam air biasa sebentar, lalu potong2)
telur 1 kocok lepas
20 gr daging ayam cincang kasar
daun bawang/sop
garam, gula, merica, saus tiram (opsional) secukupnya
tepung maizena/kanji sbg pengental

Cara buat:
tumis sebentar bawang putih dengan minyak wijen
lalu tuang air sekitar 3 gelas, didihkan
masukkan seaweed dan daging ayam
telur kocok masukkan sambil diaduk biar jadi bunga telur
dan masukkan bumbu garam, gula, merica dan saus tiram.
aduk tepung dengan sedikit air lalu tuang ke sup.
tunggu sampai matang.


ps: baru kali ini posting resep, dan belum mahir bagaimana memfoto makanan yg menggoda selera. 

Pagi itu kami berangkat dari rumah pagi-pagi menuju RS Columbia Asia di Jalan Listrik. Saya sudah mempersiapkan diri untuk puasa sekitar 6 jam sebelum operasi. Jadi sejak pukul 3 pagi tanpa minum sarapan.
Sampai disana begitu melapor, langsung dipersilakan masuk kamar operasi untuk salin pakaian, dan pembersihan. Ternyata operasi baru akan dijadwal jam 10, karena ada pasien lain sebelum saya.
Sepanjang menunggu saya berdoa, kadang sedih juga mandangin Dirga dan ayahnya,semoga masih bisa liat, huk huk (jangan bilang terlalu dramatis, saya memang paling takut dengan obat, suntik, dan rumah sakit-- pantes ga jadi dokter, hehe). Saat itu juga ada perawat yang baik hati nemeni saya ngobrol. Hingga akhirnya eksekusi dimulai. Dingin kelu........

Pukul 11.30 lahirlah bayi perempuan. Ajaibnya, waktu cek2 up selama hamil, dokter bilang bb nya kurang. Tapi alhamdulillah lahir 3,2 kg. pipinya montok bet. chubby.

Menunggunya terlalu lamaaa, saya sudah dipastikan masuk angin karena jam 3 sore setelah sadar, baru masuk makanan. Tapi muntah. Dan muntah terus2an sampai seharian itu, makanan tidak berhasil masuk. Ya ampun, saya sampai lemas, untung saja bius luka sesarnya belum hilang semua, saat muntah2 lagi hebatnya.
Kalau tidak, bisa dibayangkan betapa sakitnya kontraksi di perut.

Pelayanan di rumah sakit besar ini nyaman buat saya. Perawatnya ramah2 dan helpful. Fasilitasnya memudahkan. Hanya saja kami nyaris tidak kebagian kamar. Heu, tapi subhanallah nya, hari kedua operasi saya sudah bisa jalan, walau tertatih. Bandingkan dengan operasi pertama dulu, hari ke 3 baru bisa duduk. So 3 hari disini kami sudah boleh pulang.


preggie mum

Sudah berjalan hampir 40 minggu menjadi seorang ibu hamil (lagi).
Suka duka silih berganti.
Kadang sensi dan emosi kadang senyum senyum sendiri.
Dan sebentar lagi, tepatnya besok, saat deg2an berujung.
Dedeknya Dirga bakalan nongol dengan cara yg sama, partio cesar. *straight face*
Masih kebayang rasa sakit dan takut saat 2 tahun lalu melahirkan Dirga.
Mohon doa semua agar persalinan lancar dan yang penting semua sehat dan selamat. Amin yRA...


Kata orang, ga terlalu gemuk (ahh, tetep nampak makbunnya tuu ^^), memang kehamilan kali ini, karena kebanyakan tinggal di rumah sendiri, nafsu makan tidak terlalu naik. Jadinya cukup puas mungkin dengan penambahan berat badan sekitar 12 kg. dari 52 ke 64kg. Pipi juga ga chubby2 amat kan ya.
Jadi inilah penampakan porsi hamil dijepret dulu ya buat kenang2an.

Hari Minggu, Dirga ikutan acara yang diadakan susu Anmum di Hotel Aston. Lomba foto kostum. Pengennya sih pake baju kostum profesi yang simpel2 aja tapi karena kemarin tu diajakin neneknya ke salon dekat rumah, jadinya Dirga pake baju adat Jawa deh hari itu.
Kebayang ribetnya anak 2,5 tahun yang lasaknya kayak Dirga meski dipakein kain, kelom, dan baju yang mesti dipenitiin karena kebesaran! haha, but he still looks so cute. ^^

Belum lagi susahnya dia untuk dipoto sendiri di photobooth nya, plus fotografer nya yang kooperatip sama sekali, yah setidaknya kalau mau foto anak2 dia harus aktif dunk, mencari angle yg bagus, namanya juga motoin anak2. Masa duduk aja di tempat, nungguin anaknya pas dapat posisi yg tepat. whew, cape sih memang motoin berapa banyak anak, tapi kan maunya ada gantian atau cadangan. Heuhuu.... cape deh, makein anaknya kostum aneh2, ga dapet hasil jepretan yg oke. Apalagi menang, ga tau deh.... heu. It's okay, dia tetap pemenang di hatiku, ciee.. ;)

Walaupun belum selesai acara dah harus pulang, karena si ayah dalam kondisi lelah sebenarnya (akhir tahun lembur terus), jadinya yah...lumayanlah nambah2 pengalaman Dirga. Di rumah, sorenya, sebelum baju sewaan dibalikin, coba motoin sendiri juga dengan hasil yang seadanya juga.





ps: oya, sekarang Dirga dah ada 'kakak' yang jagainnya, skalian bantu2 bundanya nanti kalo udah melahirkan adeknya. Dibawa dari Lhok, namanya Yuna masih 18 tahun. Ok, mudah2an cucok lalu betah, karena ga gampang loh sekarang nyari ART apalagi yang pas di hati. Dan kayaknya cari ART tu lebih susah dari cari jodoh. eh?


Galerinya di sini: sleek.co.id
Upload di detik2 terakhir. Foto Dirga dengan susah payah suruh megangin botol Sleek, cuma tahan beberapa detik dengan kualitas digital kamera yang shake abis. Gapapa lah yg penting belajar nampang :)
Lucuuuuu nya anakku jadi bintang iklan...#eaaamaunyaa

salam

Blog catatan harianku dan keluarga kecilku, saat2 berharga, untuk disyukuri setiap bagiannya, sesederhana apapun itu...

memoar kisah klasik untuk masa depan (:

Credit. Powered by Blogger.

momenza

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers Lilypie - Personal pictureLilypie Third Birthday tickers Lilypie - Personal pictureLilypie First Birthday tickers airinyh[at]gmail[dot]com


Rental mobil di Medan?

acak taut